NanoBlog

A blog about nanotech

Tentang Aku

Agus Purwanto, lahir dan besar di sebuah desa kecil di Sragen (SDN (Bumiaji I), SMP (N2) dan SMA (N 1)). Kerja juga ndak jauh-jauh dari Sragen, menjadi dosen di sebuah universitas negeri di Surakarta (UNS, Teknik Kimia(TK)). Tapi waktu kuliah, lumayan jauh dari Sragen yaitu di TK-ITS-Surabaya (S1- lulus 1998 & S2- lulus 2002). Pas, S3 lebih jauh lagi di Chemical Engineering, Hiroshima University, Jepang-lulus 2008-. Jadi bisa lihat musium bom atom, he he he…. Sekarang lagi nekunin bidang nanoteknologi (detail publikasi di sini), makanya blog ini saya namakan Nanoblog. Biar tune-in aja sama kerjaan.

Wasalam.

AgusPur

16 Comments »

  1. salam kenal mas agus, namaku feddy, saya sangat tertarik dengan berbagai pengetahuan nanoteknologi seperti yang telah mas jelaskan pada blog ini, saya masih sangat awam tentang nanoteknologi, dan bidang saya teknik mesin dan sampai sekarang mengajar di perguruan tinggi swasta di kalimantan saya ada sedikit pertanyaan ama mas semoga mas agus mau menanggapinya, saat ini saya memiliki sebuah material yang menurut saya cukup unik dimana material tersebut berbentuk batu berdiamater sekitar 5 mm, keras, tidak berwarna (bening air) tetapi bila beri perlakuan dibakar dengan nyala api seketika itu juga warnanya berubah menjadi putih susu pekat dan bentuk tetap tidak berubah, untuk mengembalikan seperti semula batu tersebut dimasukkan kedalam air maka warnanya secara perlahan kurang lebih 4 menit dia akan kembali tidak berwarna (bening air) begitu seterusnya bila saya lakukan pengujian yang sama,yang jadi pertanyaan saya material ini memiliki sifat apa jika dipandang nanopartikel, apakah dia memiliki sifat efek interface atau efek quantum mekanik atau kedua duanya, kemudian bisa digunakan untuk apa dan bentuk struktur mikronya seperti apa, dan bagaimana perlakuan pengujiannya, mohon jawabannya dapat di emailkan ke feddy_wandity@telkom.net dan saya sangat ingin mengirim video rekaman dan foto material tersebut melalui email mas agus tetapi saya tidak tahu alamatnya, semoga diskusinya dan kerjasamanya bisa berkelanjutan, terimakasih

    Comment by feddy | December 11, 2008 | Reply

    • Salam kenal juga mas Feddy. Untuk material mas Feddy, lebih baik pertama2 di tes dengan XRD analisis. Dari situ baru kita tahu struktur sebenarnya batuan tersebut. Kalau dari gambaran mas Feddy, batu ini mempunyai sifat perubahan warna karena termal. Mungkin akan berguna untuk termal detector dengan warna pada temperature tinggi. Tapi memang perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikannya.

      Comment by aguspur | December 13, 2008 | Reply

  2. saya sangat berterimakasih atas penjelasan mas agus, saya akan segera kirim foto dan videonya

    Comment by feddy | December 17, 2008 | Reply

  3. salam kenal mas agus, saya moya.
    saya ditawari teman produk penghemat bbm, yang katanya teknologi nano. saya masih ragu dengan produk itu. Teman saya bilang kalau masih ragu bisa dipelajari di websitenya http://www.h2oil.com atau masuk ke blog dia http://gerainanotech.blogspot.com. Karena teman, saya beli juga walau dengan penasaran.Memang produknya setelah saya coba bagus dan apa yang dibilang teman cukup terbukti.
    Yang jadi masalah, saya awam tentang yang namanya teknologi nano dan saya masih ragu walau produk terbukti, apakah teknologi nano ini secara jangka panjang bisa merusak mesin.Mungkin mas agus sebagai pakar tentang teknologi nano bisa kasih pandangan. sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

    Comment by Moya | February 9, 2009 | Reply

  4. Salam kenal juga.
    Memang produk penghemat BBM saat ini banyak yang menggunakan istilah nano. Mungkin euforia saja atau memang produk tersebut menggunakan teknologi nano. Untuk produk penghemat BBM, biasanya yang dioptimalkan adalah proses pembakaran BBM-nya sehingga implikasinya bisa menambah power kendaraan dan memperbaiki emisi gas buangnya. Untuk kasus produk diatas, saya sudah cek kedua link tersebut. Tetapi saya tidak menemukan informasi yang jelas tentang zat aditif apa yang digunakan dan teknologi nano yang bagaimana yang digunakan. Tetapi dari iklan di gerainanotech.blogspot.com, rasanya terlalu berlebihan bila bisa menghemat sampai 35% dan menekan emisi sampai 98%. Sepengetahuan saya, saat ini ada material nano dari bahan cerium oksida yang bisa digunakan untuk menghemat BBM. Tetapi penghematannya hanya kisaran 10%. Mengenai pengaruh ke mesin, ini bukan expertize saya. Tetapi sebagai gambaran, biasanya produk aditif yang ditambahkan sangat sedikit (dalam konsentrasi ppm). Ini sangat kecil dan kalau yang ditambahkan memang material nano kemungkinan besar material ini akan keluar bersama gas buang. Jadi interaksi ke mesin akan sangat kecil.
    Demikian komentar saya,semoga memberi sedikit gambaran.

    Comment by aguspur | February 10, 2009 | Reply

  5. terima kasih mas agus atas pencerahannya.saya coba dulu saja ya produknya, karena tanggung sudah beli.Memang sih cukup efektif mesin jadi enak, suara halus, asap juga lebih bersih, tapi untuk hemat bbmnya baru +/- 20%.Kata temen saya tidak bisa langsung 35% itu bertahap, katanya proses awal pemakaian produk ini akan bersihkan mesin, semakin lama mesin semakin bersih dan itu akan memaksimalkan penghematan bbm.Cuma yang saya khawatirkan merusak mesin apa tidak produk ini.tunggu waktu saja ya, sekali lagi terima kasih mas agus.

    Comment by Moya | February 10, 2009 | Reply

  6. Salam pak Agus. Saya, I Putu Septian Adi Prayuda, mahasiswa semester akhir jurusan kimia FMIPA ITS. Saat ini saya sedang mengerjakan tugas akhir tentang sel surya pewarna tersensitasi (DSSC). Ada beberapa keanehan saat pengukuran. Salah satunya adalah arus yang dihasilkan di dalam ruangan lebih besar dibandingkan di luar ruangan (mendapat sinar matahari langsung). Menurut Bapak faktor apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi? Untuk informasi bahwa dye yang saya gunakan adalah ekstrak daun pacar kuku. Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

    Comment by yuda | July 6, 2009 | Reply

  7. Salam kenal juga mas Yuda. Kalau mencermati cerita mas Yuda, memang seharusnya arus sel surya DSSC tersebut lebih bagus kalau diluar ruangan dari pada didalam ruangan. Dengan asumsi bahwa semua komponen penyusunnya (film titania, FTO, pt/FTO film dan larutan elektrolit) sudah dibuat dengan sempurna, kemungkinanya memang pada larutan dye-nya. Kemungkinannya adalah adanya penguapan pelarut dye atau degradasi dye-nya sendiri oleh panas matahari langsung. Kemungkinan ini bisa diklarifikasi satu per satu oleh mas Yuda. Demikian dan sukses selalu.

    Comment by aguspur | July 9, 2009 | Reply

  8. Selamat sore pak Agus,

    Saya sangat tertarik dengan nanoteknologi dan mohon pencerahannya pak, bagaimana aplikasi nanoteknologi ini dalam bidang pembuatan obat2 di bidang farmasi.

    Salam,
    Dina

    Comment by Dina | August 3, 2009 | Reply

  9. Selamat Sore Juga,
    Aplikasi nanoteknologi pada bidang farmasi setahu saya untuk targeted drug delivery. Dengan targeted drug delivery, organ yang sakit bisa langsung diobati tanpa kena jaringan yang lain.

    Comment by aguspur | August 7, 2009 | Reply

  10. Terima kasih banyak atas penjelasannya Pak. Sukses selalu!

    Comment by yuda | September 12, 2009 | Reply

  11. Salam Pak Agus, saya Fika mahasiswi semester akhir jurusan Kimia FMIPA UNAND. Tapi terus terang saya awam tentang nanoteknologi Pak jadi lagi nyari-nyari info Pak, dan blog Bapak sangat menarik perhatian saya terutama yang Sintesis Nanopartikel dengan metoda Sol-Gel. Begini Pak skripsi saya juga insya Allah pengerjaannya pake metoda sol-gel ini Pak. Begini Pak, menurut anjuran pembimbing saya, saya akan membuat titania nanopartikel dengan metoda sol-gel Pak, tapi setelah searching sana-sini saya menemukan metoda hidrothermal yang juga bisa dipakai dalam sintesis titania nanopartikel Pak. Yang ingin aya tanyakan metode mana yang lebih sederhana dan gampang pengerjaannya Pak, dan apakah ada metoda lain yang juga sederhana yang dapat saya gunakan dalam sintesis titania.
    sekian Pak, saya sangat harapkan sekali pencerahan dari Bapak.
    terimakasih ebelumnya Pak.

    Comment by Fika | February 10, 2010 | Reply

    • Metode sol gel maupun hydrothermal sama-sama sederhana. Tergantung ketersediaan alat dan bahan kimia kita. Semoga sukses.

      Comment by aguspur | May 4, 2010 | Reply

  12. WAh….blog yang menarik, minta izin untuk memasang link ke blog bapak yach…. biar mudah tuk kembalai nantinya.

    saya lagi belajar (tertarik) dengan nanoteknologi pak.

    terima kasih.

    Comment by Erwin | May 14, 2010 | Reply

  13. Halo Pak Aguspur…perkenalkan, saya Chandra. Saya bekerja di perusahaan supplier yang bergerak di bidang foundry. Saya sangat tertarik berguru dari Bapak perihal insulasi di proses “STEEL MAKING”. Manfaat apa saja yang bisa diperoleh dari insulasi yang telah bertaraf nanoteknologi? Mohon pencerahan dari Bapak, bagaimana agar saya dapat berkontribusi nyata bagi dampak lingkungan di tanah air tercinta berkaitan dengan produk hasil nanoteknologi. Salam damai sejahtera untuk Pak Aguspur dan sekeluarga.

    Dengan Hormat, Chandra.

    Comment by Chandra | June 21, 2010 | Reply

    • Terimakasih mas Chandra telah komen di blog saya. Tujuan pengembangan nanoteknologi adalah untuk memperoleh manfaat dari sifat material yang cenderung berubah pada ukuran nano-nya. Untuk insulasi, tentu yang diperlukan adalah adanya heat resistance yang tinggi karena sifat nano-nya. Untuk itu perlu diteliti material yang tepat untuk insulasi ini.

      Comment by aguspur | July 21, 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: